Indonesia menjadi salah satu negara yang ditunjuk untuk pelaksanaan uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) terbaru bernama M72. Vaksin yang dikembangkan oleh pengusaha asal Amerika Serikat, Bill Gates, jika terbukti berhasil, dapat mencegah hingga 76 juta kasus TBC, menyelamatkan 8,5 juta jiwa, serta menghemat biaya pengobatan dan perawatan hingga US$41,5 miliar dalam kurun waktu 25 tahun menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di Indonesia, uji klinik vaksin M72 telah dimulai sejak 3 September 2024 dan dilaksanakan di sejumlah rumah sakit besar seperti RSUP Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih Jakarta, RS Universitas Indonesia (RSUI), Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) Bandung, serta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).
“Adapun rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025,” kata Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dikutip dari tempo.co.
Ia menambahkan bahwa saat ini uji klinik sudah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pendiri Microsoft, Bill Gates, akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu lokasi uji coba vaksin TBC yang sedang dikembangkannya. Pernyataan tersebut diungkapkan Prabowo saat menerima Bill Gates bersama sejumlah konglomerat Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada 7 Mei 2025.
“Beliau sedang kembangkan vaksin TBC, untuk dunia, Indonesia akan jadi salah satu tempat yang akan diuji coba,” kata Prabowo, dikutip dari tempo.co.
Dilansir dari detik.health.com, Guru Besar Bidang Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr dr Erlina Burhan yang ikut terlibat dalam penelitian vaksin tuberkulosis atau TBC yang didanai Bill Gates, vaksin M72, mengatakan Indonesia dipilih menjadi salah satu negara uji klinis vaksin tersebut karena beban penyakitnya yang besar.
“Indonesia negara dengan beban tinggi TB, yang nomor dua di dunia kan? Jadi itu yang pertama, karena kita negara dengan beban tinggi di dunia,” kata Prof Erlina Burhan, SpP(K)
Menurut laporan dari Tempo, uji coba vaksin M72 ini diawasi oleh berbagai lembaga kredibel, termasuk WHO, BPOM, dan Kementerian Kesehatan.
“Semua juga diawasi secara ketat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta para ahli vaksin TBC nasional hingga global,” ujar Aji Muhawarman kepada Tempo, Kamis, 8 Mei 2025, dikutip dari tempo.co.

Vaksin M72/AS01E sendiri mengandung protein rekombinan dari dua antigen TBC, yang dirancang untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan infeksi secara lebih efektif.
Namun, kabar tersebut justru memicu kekhawatiran dari sejumlah warganet. Banyak yang mempertanyakan mengapa Indonesia dipilih sebagai lokasi uji coba dan apakah masyarakat Indonesia hanya dijadikan “kelinci percobaan” oleh perusahaan farmasi global.
“Uji Coba Berarti Belum Sepenuhnya Vaksin TBC Dari Bill Gates Akan Berhasil Mengatasi Penyakit TBC…Sama Aja Dengan Kelinci Percobaan…. Kok Tega Pak Presiden Menjadikan Rakyatnya Sebagai Bahan Uji Coba Tambah Ruwet Aja Ni pemerintah Indonesia” Komentar tersebut disampaikan oleh salah satu pengguna Instagram dengan nama akun @riz***, menanggapi unggahan Presiden Prabowo saat bertemu dengan Bill Gates.
Penulis: Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi















































