Jakarta-Suara Ekonomi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila resmi memiliki dekan baru periode 2020-2024. Setelah dilakukannya pelantikan pada rabu (19/02), Dr. Ir. Iha Haryani Hatta, S.E., M.M. langsung melakukan tugasnya sebagai dekan. Beliau akan mengimplementasikan beberapa landasan kerja, untuk menjadikan FEB-UP lebih baik kedepannya.

Landasan kerja pertama adalah peduli dan berbagi. Dimana beliau mengharapkan bahwa akan terciptanya lingkungan akademik yang lebih baik. Seperti, para dosen dituntut untuk lebih aktif dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Untuk mahasiswa saya harapkan aktif dalam mengejar ilmu, tetapi diharapkan juga dapat mengembangkan diri dalam kepemimpinan di lingkungan masyarakat,” lanjut beliau.

Landasan kerja kedua, yaitu adalah transparansi dan percaya. Dimana beliau menginginkan suatu sistem secara mandiri. Hal ini terjadi agar tidak selalu bergantung dengan dekan. Selain itu, beliau ingin agar masyarakat FEB-UP saling mempercayai satu sama lain. Dan landasan kerja yang ketiga, adalah kesetaraan dan kewajaran. “Semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berperan dalam FEB-UP, tetapi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki masing-masing,” ujarnya.

Pemaparan Lima Pilar Arsitektur Pembangunan FEB-UP

Selain tiga landasan kerja, beliau juga memiliki Lima Pilar Arsitektur Pembangunan di FEB-UP untuk 4 tahun kedepan-nya. Yang pertama, penguatan unit Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedua, peningkatan kinerja dan kesejahteraan dosen dan karyawan. Ketiga, peningkatan sarana dan prasarana yang lebih baik. Keempat, perwujudan suasana kerja yang nyaman. Dan yang terakhir, yaitu peningkatan kerjasama untuk mendukung kemajuan fakultas.

Selanjutnya, beliau akan menerapkan hearing programme yang diberlakukan tidak hanya untuk mahasiswa saja, melainkan seluruh masyarakat FEB-UP. Beliau menambahkan bahwa, seluruh aspirasi akan ditampung dan ditentukan sebagai suatu kegiatan yang tepat. Tetapi, semua kegiatan yang telah ditentukan tersebut harus dilakukan sesuai dengan kemampuan fakultas tersebut. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya kendala dalam bekerja, maka akan dilakukan kegiatan monitoring. Hal ini akan dilakukan untuk memberikan solusi-solusi yang tepat, agar dapat tercapai secara optimal.

Kenaikan uang kuliah yang terjadi setiap tahun, tentunya menjadi tanda tanya besar bagi mahasiswa. “Memang kalau uang kuliah naik terus-menerus bukan hanya untuk fasilitas saja, tetapi untuk pengembangan dosen dan karyawan, serta untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa,” lanjutnya. Bu Iha mengatakan bahwa, untuk menambahkan dana perbaikan fasilitas dilakukan dengan cara bekerja sama dengan BUMN.

Menurut beliau, untuk pembangunan dan sarana prasarana di FEB-UP sudah cukup baik. Dengan adanya beberapa fasilitas yang memadai, seperti terdapat perpustakaan, kelas internasional, serta ruang ujian yang baik. “Kalau hanya tergantung dengan jumlah uang dari pembayaran mahasiswa kita tidak akan seperti ini,” sambungnya.

Beliau juga mengatakan bahwa, Sistem Informasi Akademik (Siak) FEB-UP masih kurang memadai. “Harus diakui bahwa siak kita belum bagus, tetapi sekarang kita ingin memperbaiki agar lebih sinkron dengan siak universitas,” ucapnya. Pemberlakuan sistem siak ‘satu pintu’ itu pun, akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari angkatan 2019-2020, lalu apabila hal ini berhasil maka akan bertahap ke angkatan-angkatan sebelumnya. Hal ini dilakukan dari siak fakultas mengarah ke siak universitas.

Beliau berpesan kepada para mahasiswa FEB-UP untuk mengejar prestasi tanpa narkoba. “Kejarlah prestasi tanpa narkoba! Karena mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan,” pesan Bu Iha selaku dekan FEB-UP. Selain itu untuk para dosen dan karyawan beliau mengajak untuk bersama membangun Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sehingga dapat memberikan kebanggaan bagi semua masyarakat FEB-UP sendiri.

Reporter : Farah Khansa

Editor : Jioti Nurhaliza

LEAVE A REPLY