Jakarta – Suara Ekonomi

Pada masa krisis seperti ini, begal bukanlah sebuah istilah baru dalam dunia kriminal. Kini begal terkenal memiliki banyak modus dalam melancarkan aksinya. Sebenarnya dari manakah istilah begal berasal?

Ilustrasi Pada Begal Motor. ( Sumber : republika.co.id )

Begal adalah perbuatan merampas atau merampok dengan cara paksa. Biasanya begal menggunakan kendaraan bermotor dan senjata tajam dalam melancarkan aksinya. Aksi pembegalan sudah terjadi sejak zaman kerajaan Indonesia. Hingga kini, pembegalan telah meluas pada setiap daerah daerah di Indonesia.

Untuk melancarkan aksinya, para pelaku begal memiliki otak cerdik dalam memanfaatkan modusnya. Tak hanya dengan satu modus, para pelaku memiliki beberapa modus untuk mengincar mangsanya. Kenali 4 modus begal yang patut diwaspadai:

1.Cabut Kunci

Mencabut kunci ini terbilang modus baru dalam dunia begal. Pelaku mencabut kunci ketika motor korban dalam keadaan melaju. Hal ini membuat motor otomatis terhenti dan korban tak dapat kabur.

2.Mengaku jadi korban tabrakan

Pada modus ini umumnya pelaku berkata bahwa ia adalah teman atau keluarga dari orang yang menjadi korban kecelakaan. Dari sini, pelaku pembegalan akan membawa target ke tempat yang dianggap sepi dari aktivitas manusia dan mereka akan menjalankan aksinya.

3.Mengaku menjadi debt collector

Modus ini terbilang modus paling nekat yang dilakukan pembegal. Pelaku biasanya mengaku sebagai debt collector dari salah satu perusahaan finance. Kemudian tiba-tiba menghentikan laju kendaraan korban dan meminta korban untuk menyerahkan motornya.

4.Berpura pura kehabisan bensin

Modus para begal yang satu ini terbilang unik. Mereka berpura-pura kehabisan bensin di tengah jalan sambil mendorong motornya. Lantas, ketika ada pengendara motor melintas, pelaku menahannya dan berpura-pura meminta tolong. Kemudian, disinilah celah untuk mereka merampas barang sang korban.

Itulah 4 modus yang biasa digunakan pelaku begal dalam melancarkan aksinya. Kasus begal bukan hanya menyerang ibukota. Namun, begal kini juga marak terjadi di daerah Jawa.

Klitih Di Jogja Sedang Ramai, Ini Arti Klitih Dan Penjelasannya. ( Sumber : oku.pikiran-rakyat.com )

Baru-baru ini kasus begal ramai ditemukan pada Daerah Istimewa Yogyakarta bernama “klitih”. Kejadian ini tepatnya terjadi di Jalan Klitih, Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Jogja yang terkenal akan keindahan malamnya, kini menjadi serigala ketika memasuki jam 12 malam.

Pada dasarnya, “klitih” sama dengan begal, namun hanya beda penyebutan daerah saja. Secara istilah, “klitih” merupakan kata berulang yaitu klatah-klitih yang berarti bolak-balik. Kata klatah-klitih bukanlah unsur negatif. Berbeda dengan sekarang, kata klatah-klitih diartikan dalam artian yang negatif seperti kekerasan dan kriminalitas.

Kejadian ini umumnya terjadi pada malam hari. Pelaku kejahatan  “klitih” kebanyakan dari kalangan pelajar. Para pelaku biasanya melancarkan aksinya menggunakan sepeda motor. Mereka mengincar wanita, pemuda, bahkan orang dewasa dengan membabi buta. Dengan dibekali senjata tajam, para klitih ini banyak memakan korban.

Akibatnya, banyak pihak yang sigap untuk terus berpatroli di titik lokasi kejadian di Jalan Klitih. Patroli petugas juga melakukan sosialisasi dan razia kendaraan siswa dibawah umur. Karena pelaku klitih sering kali melibatkan anak-anak atau remaja. Hukuman yang diberikan pada pelaku juga akan lebih ringan.

Dari penjelasan di atas, diharap kita dapat mengantisipasi agar terhindar dari begal. Berikut tips agar terhindar dari begal.

Tips Serta Trik Terhindar Menjadi Korban Begal. ( Sumber : karimatafm.com )
  • Hindari melewati jalan yang sepi. Jika terpaksa, berjalanlah beriringan.
  • Usahakan jangan berhenti ditempat sepi atau jarang dilalui manusia.
  • Jangan memancing pelaku dan hindari mengenakan perhiasan berlebihan.
  • Jangan letakkan tas selempang di belakang tubuh atau di bawah kaki.
  • Jika berkendara mobil jangan lupa mengaktifkan central lock.
  • Jangan mudah membuka pintu atau menurunkan kaca mobil.
  • Jangan mudah percaya dengan orang, lihat apakah gerak geriknya mencurigakan.

Semoga dengan tips yang diberikan ini, kita bisa lebih berhati-hati ke depannya, dan tidak menjadi korban kejahatan dengan modus serupa.

Reporter : Widya Rizka Pramesti

Editor : Dewi Kartika Sandra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here