Jakarta – Suara Ekonomi

Mewabahnya COVID-19 di Indonesia belakangan ini membuat masyarakat menjadi panik dan khawatir. Oleh sebab itu, pemerintah langsung mengambil tindakan tegas salah satunya dengan melakukan Social Distancing. World Health Organization (WHO) sendiri menganjurkan untuk melakukannya, agar menghambat penyebaran virus tersebut.

Social Distancing merupakan serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran penyakit menular. Bertujuan untuk mencegah penularan dengan menghindari kontak langsung terhadap orang yang sakit atau terjangkit. Di kota Wuhan, China negara awal penyebaran Virus Corona ini telah melakukan Social Distancing. Termasuk di beberapa negara sudah melakukan cara ini sebagai bentuk pencegahan, salah satunya Amerika Serikat.

Jika dilihat dari berbagai sumber, para ahli menyebutkan bahwa praktik Social Distancing berhasil dilakukan. Seperti pada pandemi influenza di Spanyol tahun 1918. Sebuah studi yang dirilis tahun 2007 menyebutkan bahwa kota-kota di Spanyol telah mempraktikkannya. Seperti melarang pertemuan di tempat umum hingga menutup sekolah, berhasil menekan tingkat kematian secara signifikan.

Asumsi kurva apabila melakukan social distancing dalam memerangi COVID-19. (Sumber: juancole,com)

Untuk kasus COVID-19 ini, belum terdapat penelitian ilmiah yang mempelajari tentang pengaruh Social Distancing. Akan tetapi, jika merujuk pada kasus di Spanyol beberapa tahun silam. Bahwa terdapat potensi besar akan praktik Social Distancing dapat menekan penularan Virus Corona. Lantaran, World Health Organization (WHO) telah mengkategorikan Virus Corona sebagai pandemi. Dimana WHO mendefinisikan pandemi sebagai penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia.

Saat ini Social Distancing dianggap sebagai pilihan terbaik dalam memperlambat serta mengurasi risiko penyebaran COVID-19. Dikarenakan virus ini menular melalui droplet atau partikel air liur ketika penderita bersin serta batuk. WHO sendiri menghimbau untuk menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang sekitar. Alasannya, jika terlalu dekat bisa jadi kita menghirup tetesan air dari seseorang yang terjangkit. Tindakan ini sudah dilakukan di Indonesia sekitar sepekan yang lalu.

Penerapan Social Distancing di Indonesia. (Sumber: liputan6.com)

Berikut beberapa bentuk implementasi praktik Social Distancing:

1. Menghindari Tempat-Tempat Ramai

Mendatangi tempat keramaian dianggap sebagai salah satu proses penyebaran yang cepat dari virus ini. Untuk itu, kita perlu menghindari tempat-tempat ramai sampai kasus COVID-19 mereda. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk dari Social Distancing. Beberapa tempat ramai kerumunan yang dihindari saat ini, seperti kawasan wisata, cafe, serta acara konser.

2. Mengurangi Kontak Langsung dengan Orang Lain

Bentuk mengurangi kontak langsungnya, seperti bersentuhan atau terlalu berdekatan dengan orang lain. Sebabnya, kita tidak mengetahui siapa orang yang sedang sakit atau sudah terjangkit virus tersebut. Akibatnya kita dapat tertular virus tersebut, ketika melakukan kontak dengan orang-orang.

3. Mengurangi Aktivitas Biasa yang Menganjurkan untuk Keluar Rumah

Aktivitas di luar rumah seperti bekerja, sekolah atau hanya sekedar jalan-jalan pasti sulit untuk dihindari. Teruntuk bagi beberapa orang yang sudah terbiasa melakukan itu di setiap harinya. Untuk itu, mulai lah terbiasa bekerja atau melakukan ibadah dari rumah. Beberapa tempat kerja pun sudah mulai melakukan hal tersebut, atau istilahnya work from home.

4. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Menghindari tempat lembab dan berjemur di bawah matahari juga bentuk implementasi dari Social Distancing. Virus Corona sendiri dapat muncul di tempat yang lembab serta dingin. Untuk itu, sebagai penangkal hal tersebut dianjurkan berjemur di bawah sinar matahari. Cukup membutuhkan waktu antara 5 sampai 10 menit dalam sehari. Sedangkan waktu yang cocok untuk melakukannya berkisar di atas pukul 09.00 pagi. Dikarenakan pada jam tersebut sinar matahari sangat baik untuk tubuh kita.

Adanya kegiatan Social Distancing ini memiliki dampak positif bagi masyarakat. Selain bentuk pencegahan penularan virus, imbasnya masyarakat jadi memiliki waktu istirahat lebih banyak. Tak hanya itu, manfaat lainnya dapat melakukan banyak aktivitas positif, salah satunya dengan berolahraga. Oleh karenanya, sangat banyak hal-hal positif yang dapat kita lakukan di rumah.

Melakukan kegiatan seperti di atas tidaklah mudah bagi kita yang belum terbiasa melaksanakan ini sebelumnya. Apalagi bagi masyarakat yang sudah terbiasa berakvitas setiap harinya di luar rumah. Namun, adanya praktik ini diharapkan masyarakat memiliki kesadaran dalam pengimplementasiannya. Hal ini dilakukan paling tidak hanya sampai masalah wabah COVID-19 mereda. Supaya tidak lagi memunculkan kerisauan atau kepanikan yang terjadi di antara masyarakat dunia.

Reporter : Angelina Nadya

Editor : Jioti Nurhaliza

BAGIKAN
Berita sebelumyaJanji Dekan Baru FEB-UP untuk 4 Tahun ke Depan
Berita berikutnyaPenyebaran Covid-19 di Indonesia Meningkat Drastis
LPMSE atau Lembaga Pers Mahasiswa Suara Ekonomi merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang lahir sejak 1986 di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pancasila Jakarta. Produk LPMSE : Majalah, Buletin, Koran, Tabloid, Lembar Pemberitahuan, Mading, MyCampus, dan lainnya dan kini Majalah Online di www.suaraekonomi.com

LEAVE A REPLY