Jakarta – Suara Ekonomi

Memiliki pola hidup sehat merupakan keinginan bagi setiap orang. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Seperti istirahat yang cukup, berolahraga, dan yang terpenting adalah makan-makanan yang memenuhi kebutuhan gizi. Hal – hal yang perlu diperhatikan, yaitu makanan tersebut sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Prinsip ini baru dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan pada tahun 2014 dan merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) 2003.

Meski sudah disahkan, PGS sendiri masih belum terkenal dikalangan masyarakat. Prinsip 4 sehat 5 sempurna masih eksis sebagai landasan berkonsumsi. Pada dasarnya, acuan untuk mengonsumsi makanan sehat ini sama seperti 4 sehat 5 sempurna. Hanya saja, terdapat penambahan-penambahan seperti keanekaragaman, aktivitas fisik, kebersihan dan berat badan ideal untuk melengkapinya.

Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna sendiri hanya berfokus pada makanan yang dibagi atas empat sumber nutrisi penting. Seperti makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah dan susu. Lantas seperti apa daftar kebutuhan yang sesuai dengan PGS atau tumpeng gizi ini?

Berikut ini adalah daftar untuk pemenuhan gizi yang sesuai:

1. Syukuri dan nikmati keanekaragaman makanan

Kualitas dan kelengkapan zat gizi dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi. Semakin beragam jenis pangan yang dikonsumsi, semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Selain memperhatikan keanekaragaman makanan dan minuman, juga perlu melihatnya dari segi keamanan. Makanan dan minuman harus bebas dari kuman penyakit atau bahan berbahaya. Oleh karena itu, mengonsumsi keanekaragaman pangan yang aman merupakan salah satu anjuran penting dalam mewujudkan gizi seimbang.

2. Banyak makan sayuran dan cukup buah – buahan

Sejatinya, sayuran dan buah – buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Mengonsumsi sayuran dan buah – buahan cukup berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolestrol darah, dan menurunkan resiko sulit buang air besar.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi sayuran dan buah – buahan sebanyak 400 g perhari. Untuk balita dan anak usia sekolah, dianjurkan konsumsi sebanyak 300 – 400 g perhari, bagi remaja dan dewasa 400 – 600 g perhari.

3. Biasakan mengonsumsi lauk – pauk yang mengandung protein tinggi

Lauk – pauk terdiri dari pangan sumber protein hewani dan nabati. Kelompok pangan lauk – pauk sumber protein hewani meliputi daging ruminansia ( daging sapi, daging kambing, daging ayam, dan lain – lain). Sedangkan sumber protein nabati meliputi kacang – kacangan dan hasil olahannya seperti kedele, tahu, tempe, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang hitam, dan kacang tolo.

Dalam mewujudkan gizi seimbang, kedua kelompok tersebut perlu dikonsumsi bersama setiap hari. Kebutuhan pangan hewani dan nabati sekitar 2 – 4 porsi.

4. Biasakan mengonsumsi keanekaragaman makanan pokok

Makanan pokok adalah pangan yang mengandung karbohidrat yang telah menjadi budaya etnik di Indonesia. Contoh pangan karbohidrat adalah beras, jagung, singkong, ubi, nasi, dan lain sebagainya.

Makanan pokok mengandung vitamin B1, B2, dan beberapa mineral. Cara mewujudkan pola konsumsi makanan pokok yang beragam adalah dengan mengonsumsi lebih dari satu jenis makanan pokok dalam sehari.

5. Batasi konsumsi pangan manis, asin, dan berlemak

Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji menyebutkan  bahwa, konsumsi gula lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium lebih dari 2000mg (1 sendok teh), dan lemak lebih dari 67 g (5 sendok makan) per hari, akan meningkatkan resiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

6. Biasakan sarapan

Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan pada saat bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum membiasakan sarapan. Dengan tidak sarapan, akan memberikan dampak yang buruk bagi fisik. Seperti proses belajar di sekolah menjadi terganggu, menurunkan aktivitas fisik, menyebabkan kegemukan pada remaja, dan meningkatkan resiko jajan yang tidak sehat.

Sarapan dapat diwujudkan dengan bangun pagi, mempersiapkan dan mengonsumsi makanan dan minuman pagi sebelum melakukan aktivitas sehari – hari. Sarapan yang baik terdiri dari pangan karbohidrat, lauk – pauk, sayuran atau buah – buahan, dan minuman.

7. Biasakan minum air putih yang cukup

Air diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, sehingga keseimbangan air perlu dipertahankan dengan mengatur jumlah masukan air dan keluaran air yang seimbang. Sekitar 78% berat otak adalah air. Berbagai penelitian membuktikan bahwa, kurang air dalam tubuh anak sekolah menimbulkan rasa lelah, menurunkan atensi atau konsentrasi belajar.

Sebagian besar air yang dibutuhkan tubuh sekitar dua liter atau delapan gelas sehari bagi remaja dan dewasa yang melakukan kegiatan ringan.

8. Lakukan aktivitas fisik yang cukup

Aktivitas fisik adalah gerakan setiap tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan pembakaran energi. Aktivitas fisik dikatakan cukup apabila seseorang berolahraga  30 menit setiap hari atau minimal 3 – 5 hari dalam seminggu. Terdapat 6 olahraga menyenangkan dan mudah yang dapat membuat hidup lebih bugar, antara lain yoga, pilates, taebo, boxing, squash, zumba.

Reporter: Indah Damayanti & Rahmaniar Ramadhani

Editor: Anita Edenia Rahma

BAGIKAN
Berita sebelumyaPerubahan Gelar Sarjana FEB-UP
Berita berikutnyaRESENSI BUKU: SEPATU DAHLAN
LPMSE atau Lembaga Pers Mahasiswa Suara Ekonomi merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang lahir sejak 1986 di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pancasila Jakarta. Produk LPMSE : Majalah, Buletin, Koran, Tabloid, Lembar Pemberitahuan, Mading, MyCampus, dan lainnya dan kini Majalah Online di www.suaraekonomi.com

LEAVE A REPLY