Jakarta – Suara Ekonomi

Tuntutan di rumah saja akibat pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat di dunia mengalami masalah psikologis. Salah satu masalah psikologis tersebut adalah rasa kesepian. Hal ini dibuktikan melalui survei bahwasannya terdapat 98% masyarakat di dunia mengalami kesepian.

Kesepian atau loneliness merupakan sebuah keadaan di mana seseorang merasa sendirian dan tidak diinginkan. Anggapan sepele mengenai gejala kesepian yang timbul di masyarakat membuatnya tidak ditakuti. Pada kenyataannya, kesepian adalah masalah psikologis yang besar bahkan dapat menimbulkan kematian.

Berdasarkan survei bahwa 98% masyarakat merasakan kesepian dengan intensitas sedang hingga berat. Sekitar 40% di antaranya memiliki pemikiran untuk self-harm bahkan sampai bunuh diri. Hal tersebut berdasarkan survei kesehatan mental pada bulan Mei-Juni 2021 oleh Into the Light and Change. Meski kebanyakan masyarakat merasa kesepian, mereka enggan melakukan konseling ke psikolog. Mereka meyakini bahwa keluarga dan teman adalah sosok yang lebih membantu mengatasi kesepian tersebut.

Tindakan Melukai Diri Sendiri atau Self-Harm Disebabkan Karena Masalah Kesepian. ( Sumber: The Times )

Andrian Liem, peneliti pasca doktoral Universitas Macau menanggapi mengenai hasil survei dari Into the Light and Change. “Keyakinan ini yang menunjukkan partisipan membutuhkan dukungan sosial. Tetapi, perlu diingatkan bahwa tenaga kesehatan jiwa profesional lebih memiliki keahlian dalam menangani kesehatan mental serta dapat menjaga rahasia klien yang berkonsultasi,” ujar Andrian yang dikutip dari laman goodnewsfromindonesia.id.

Kemudian, minimnya finansial serta pengetahuan mengenai psikolog yang membuat kebanyakan masyarakat enggan untuk mendatanginya. Mereka selalu beranggapan jika semua masalah kejiwaan akan bisa terselesaikan dengan sendirinya. Hampir 70% total partisipan mengaku tak pernah mengakses layanan kesehatan mental. Dengan alasan biaya layanan kesehatan mental yang dianggap tidak terjangkau.  

Sebenarnya apa saja penyebab dari kesepian? Kesepian biasanya terjadi karena manusia membutuhkan ketenangan. Selain itu, kesepian juga bisa disebabkan oleh tuntutan. Seperti pandemi saat ini, kita dituntut untuk di rumah saja, sehingga berkurangnya interaksi antar sosial. Kurangnya interaksi juga memiliki dampak, yaitu dapat mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri. Lalu, dirinya juga menganggap tidak memiliki siapapun di sekitarnya. Hal ini yang memicu timbulnya rasa untuk melukai diri sendiri atau yang disebut self-harm.

Selaras dengan pendapat Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M. Psi., masa pandemi ini yang terpenting adalah keterhubungan dengan orang lain. Tanpa interaksi ini akan berdampak seperti merasa kesepian, stres, cemas, dan depresi. Bahkan tidak sedikit yang mencoba melukai diri sendiri atau bunuh diri. Kesepian sejak pandemi Covid-19 banyak terjadi pada kalangan extrovert maupun introvert.  Karena akibat pembatasan aktivitas sosial yang ada membuat mereka tidak bisa bertemu dengan seseorang. Hal ini yang membuat para kaum extrovert cenderung lebih mengalami stres akibat kesepian.

Kesepian juga dapat terjadi pada semua golongan, mulai pada remaja sampai usia renta. Namun, seperti yang dijelaskan dalam Journal of Social and Personal, kesepian lebih rentan terjadi pada usia pria lajang. Selain itu, wanita lebih mempunyai kesadaran tinggi dalam bersosialisasi. Wanita juga cenderung mempertahankan kedekatan hubungan dengan sejumlah orang. Di sisi lain, wanita memiliki tingkat overthinking yang lebih tinggi dapat mengalami rasa kesepian dalam dirinya. Karena pada hakikatnya seorang wanita ingin menjadi pusat perhatian dibanding harus berdiam diri di rumah saja.

Maka dari itu, di masa pandemi ini diperlukan berbagai kegiatan yang dapat mengurangi rasa kesepian. Kegiatan yang dapat dilakukan tersebut, yaitu melakukan olahraga hingga bertemu dengan teman. Selain itu, kita dapat memelihara binatang, melakukan hobi, dan membuat unggahan pada media sosial.

Mengalihkan Rasa Kesepian Dengan Cara Memelihara Binatang Serta Aktif Bersosialisasi Melalui Sosial Media. ( Sumber: CNN Indonesia )

Sudah seharusnya kita jangan pernah menganggap kesepian itu remeh. Karena jika dibiarkan terlalu lama akan timbul banyak masalah kesehatan. Kita harus tetap berpikir positif serta menghilangkan asumsi negatif agar dapat lebih tenang. Serta selalu tetap produktif di manapun dengan keadaan apapun adalah langkah utama dalam menghadapi kesepian.

Reporter : Dewi Kartika Sandra

Editor : Farah Meirizka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here