Jakarta – Suara Ekonomi

Seperti yang kita tahu, pandangan orang tentang hutan pasti selalu menakutkan. Namun lain dengan hutan pinus Yogyakarta. Udara  sejuk nan segar saat berada di hutan ini, membuat  wisatawan baik lokal maupun mancanegara banyak berdatangan untuk menikmatinya.

Selain kaya akan budaya, Yogyakarta juga dikenal dengan tempat wisata yang menarik dan patut dikunjungi saat liburan. Salah satunya wisata hutan pinus di Desa Dlingo, Mangunan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi Hutan Pinus sekitar 23 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Dapat  memakan waktu tempuh selama 60 menit apabila menggunakan  motor. Medan yang harus ditempuh cukup terjal dan akan sangat licin ketika musim hujan. Sampai saat ini masih belum tersedia transportasi umum untuk menuju ke lokasi.  Maka dari itu, bila ingin berkunjung disarankan  membawa kendaraan yang cukup tinggi.  Perhatikan pula kesiapan dan kekuatan kendaraan tersebut.

Kawasan wisata hutan pinus tidak dikenakan tarif masuk. Cukup dengan membayar parkir saja. Tarif sepeda motor Rp 3.000, mobil Rp 10.000 dan bus Rp 20.000. Kegiatan fotografi seperti foto pre-wedding dan lainnya masing-masing dikenakan Rp 20.000. Karena sudah dapat menikmati keindahan Hutan Pinus ini dengan murah, maka dilarang mengotori kawasan wisata ini.

Waktu operasional wisata  adalah 24 jam. Tetapi waktu yang paling tepat untuk menikmati keindahan hutan pinus adalah pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 10.00. Karena akan terlihat seberkas cahaya matahari pagi yang indah menembus pepohonan pinus yang menjulang tinggi. Perkirakanlah juga cuaca saat ingin berkunjung ke hutan ini, sebaiknya pada saat cuaca cerah. Karena saat hujan atau mendung, hutan akan berkabut dan pemandangan tidak terlihat jelas.

Hutan pinus di pagi hari. ©wiratransport.com/

Objek wisata hutan pinus menjadi sorotan karena sangat popular di media sosial. Deretan pohon pinus yang  menjulang tinggi membuat hutan ini sangat menarik untuk diabadikan dengan kamera. Pengunjung yang datang pastinya selalu mengambil foto ditengah-tengah hutan ataupun sekedar selfie dibawah pohon pinus. Ada juga pasangan yang menjadikan hutan ini sebagai tempat foto pre-wedding mereka. Banyak yang bilang bahwa berada di Hutan Pinus suasananya seperti di luar negeri. Bahkan hutan ini sering dijadikan tempat lokasi syuting.

Selain cocok untuk mengambil foto, hutan pinus sering dijadikan tempat untuk bersantai bersama orang-orang terdekat layaknya orang yang sedang berpiknik. Banyak juga pengunjung yang membawa hammock atau tempat tidur gantung dan diikat diantara batang-batang pohon pinus, lalu bersantai sambil menikmati sejuknya angin.

Bersantai dengan hammock diantara batang pohon pinus. ©tribunews.com/

Uniknya, di hutan ini ada sebuah tempat yang dibuat menyerupai panggung terbuka dilengkapi dengan kursi penonton yang didesain berbentuk setengah lingkaran.

Panggung dan kursi kayu yang unik. ©instagram.com/

Bahan panggung dan bangku terbuat dari kayu pohon asli untuk menambah daya tariknya. Panggung ini biasanya dipakai untuk pertunjukan teater, musik, hingga sastra.

Reporter: Anita Ps

Editor: Tri Agustina

BAGIKAN
Berita sebelumyaKami Butuh Keadilan
Berita berikutnyaSoe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran
LPMSE atau Lembaga Pers Mahasiswa Suara Ekonomi merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang lahir sejak 1986 di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pancasila Jakarta. Produk LPMSE : Majalah, Buletin, Koran, Tabloid, Lembar Pemberitahuan, Mading, MyCampus, dan lainnya dan kini Majalah Online di www.suaraekonomi.com