Wisuda Pertama di 2019, Universitas Pancasila Tekankan Soal Hard Skills dan Soft Skills

0
281

Jakarta – Suara Ekonomi

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Universitas Pancasila menggelar Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2018/2019. Perhelatan kali ini diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada hari Kamis, 2 Mei 2019. Adapun peserta wisuda yakni sebanyak 1.218 wisudawan yang berasal dari program studi Doktor, Magister, Sarjana, Diploma III dan Apoteker.

Universitas Pancasila (UP) yang berdiri sejak 28 Oktober 1966 telah meluluskan sekitar 59.035 mahasiswa/i dari berbagai program studi. Banyak lulusan dari UP yang hingga kini ikut berkarya dan berkontrobusi secara aktif membangun bangsa dan negara sesuai kompetensi disiplin ilmu maupun bidang pengabdian masing-masing.

Tema yang diusung tahun ini yaitu “Dengan Semangat dan Kemampuan Sumber Daya Manusia yang Adaptif dan Inovatif, Universitas Pancasila Menyongsong Revolusi Industri 4.0 Dengan Penuh Optimisme”.  Sesuai dengan tema yang diangkat, diharapkan lulusan UP dapat memiliki sikap adaptif dan inovatif serta memiliki kompetensi hard skills dan soft kills yang berkarakter pancasilais.

Konferensi pers wisuda Universitas Pancasila Semester Gasal Tahun Ajaran 2018/2019.

Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2018/2019 dihadiri ketua pembina, pengawas, dan pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP), rektor UP, guru besar, anggota SEMA, pejabat struktural, sivitas akademika UP, dan tentunya para wisudawan/wati.

Selain itu, ada pula orasi ilmiah yang disampaikan oleh Ibu Dr. Ir. Illah Sailah, M.S. selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta yang bertema “Sumber Daya Manusia yang Memiliki Kompetensi Hard skills dan Soft skills Serta Berkarakter Pancasilais Merupakan Modal Utama Kesuksesan Pembangun Indonesia”.

Menurutnya proses belajar mengajar menggunakan sistem Blended learning akan lebih efektif. Blended learning adalah kombinasi belajar secara tatap muka dan online. Hal ini dinilai sangat bermanfaat bagi para mahasiswa Reguler Khusus. Dengan adanya sistem tersebut, mahasiswa dapat bertanya kepada dosen kapan saja, tetapi waktunya dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

Dalam orasinya, beliau juga mengatakan di zaman sekarang ini ada banyak faktor yang dapat menghambat proses pembelajaran. Salah satunya sikap malas yang tertanam pada diri mahasiswa. Dan para pengajar memiliki peran penting untuk mencontohkan hal-hal yang baik kepada anak didiknya.

“Dunia ini bergerak sangat cepat. Tantangan di masa depan akan sangat berat apabila kita tidak siap untuk menghadapinya. Yang harus kita siapkan dari sekarang ialah mendidik sumber daya manusia di perguruan tinggi, dengan cara mengubah sikap dan perilaku tenaga pengajar agar dapat mencontohkan hal-hal yang baik”, tuturnya.

Reporter: Tri Utami Chairani & Nia Yunita

Editor: Anita Permata S

LEAVE A REPLY