Sebanyak 16 Halte Transjakarta terkena imbas dari aksi demo yang tidak kondusif pada Jumat, 29 Agustus 2025, yang berujung dengan aksi vandalisme dengan merusak fasilitas umum.

Dilansir dari Bisnis.com, Pada hari Jumat, 29 Agustus 2025 sekitar pukul 21.00 WIB. Terdapat oknum yang turut melakukan aksi demo dengan membakar sebagian halte Transjakarta Senen Toyota Rangga dan Halte Transjakarta Polda Metro Jaya dalam unjuk rasa di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan Bisnis.com, aksi pembakaran tersebut dilakukan saat massa pendemo melintas di kawasan Jl. Sudirman sekitar pukul 21.00 WIB.  Kobaran api semakin membesar dan asap gelap terlihat di area Polda Metro Jaya. Terlihat juga upaya pemadaman api menggunakan water canon (meriam air). Massa demo nampak berupaya untuk melawan Polisi dengan cara menyalakan petasan. Di sisi lain, polisi juga secara konsisten menembakkan water cannon dan gas air mata.

Transjakarta sempat mengurangi operasional layanan pada 29 Agustus 2025 per pukul 21.52 WIB menjadi koridor 1, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 13. Namun, dikarenakan situasi yang tidak kondusif, seluruh layanan Transjakarta pada 29 Agustus 2025 per pukul 22.11 WIB dinyatakan tidak dapat melayani pelanggan untuk sementara.

Saat aksi demo dilakukan pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025 pun terdapat aksi vandalisme dengan membakar tujuh halte transjakarta oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Hingga Sabtu pagi ada tujuh halte yang dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani saat dihubungi pada Sabtu, 30 Agustus 2025, dikutip dari Tempo.co.

Hingga saat ini, terdapat 16 halte transjakarta yang mengalami kerusakan. Berikut daftar halte yang rusak akibat aksi demo DPR.

Halte BRT Dibakar:

  1. Kor 1 – Polda
  2. Kor 5 – Senen Sentral
  3. Kor 2 – Senen Toyota Rangga
  4. Kor 9 – Gerbang Pemuda (arah Pluit)
  5. Kor 1 – Senayan Bank DKI
  6. Kor 1 – Bundaran Senayan
  7. Kor 10 – Pemuda Pramuka

Halte BRT Dijarah/Dirusak/Vandalisme:

  1. Kor 5 – Kampung Melayu (dirusak + vandalisme)
  2. Kor 5 – Kramat Sentiong (dijarah)
  3. Kor 7 – Bidara Cina (vandalisme)
  4. Kor 9 – Semanggi (dirusak)
  5. Kor 9 – Petamburan (dirusak)
  6. Kor 11 – Jatinegara (vandalisme)
  7. Kor 2 – Kwitang (vandalisme)
  8. Iconic CSW – Kejaksaan Agung (dirusak)
  9. Kor 1 – Bendungan Hilir (dijarah)

Menanggapi kejadian ini, PT Transjakarta meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan akibat penutupan beberapa halte, dengan memberikan kompensasi berupa layanan tarif gratis (Rp1,-) dari 31 Agustus 2025 sampai 07 September 2025.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan Sahabat TiJe. Kami memahami dampak dari penutupan beberapa halte Transjakarta. Sebagai bentuk apresiasi atas kesabaran dan pengertian Sahabat TiJe, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta @dkijakarta melalui Transjakarta akan memberikan layanan tarif gratis (Rp1,-) bagi seluruh pelanggan,” kebijakan tersebut diumumkan melalui akun resmi X, Sabtu (30/8/2025), dikutip dari detik.com.

PT Transjakarta pun akan melakukan perbaikan halte yang mengalami kerusakan mulai pada Senin, 01 September 2025.

Dilansir dari CNN, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan tingkat kerusakan. Kerusakan ringan akan mulai diperbaiki pada Senin (1/9). Kemudian, untuk kerusakan sedang di halte TransJakarta akan ditangani pada Rabu (3/9), sedangkan kerusakan berat perbaikannya dimulai pada Senin (8/9).

Tak sampai disitu, PT Transjakarta juga menanggapi melalui akun Instagram @PT_Transjakarta, dengan mengunggah “Saling Jaga Jakarta” untuk menyadarkan bahwa fasilitas publik adalah milik bersama yang harus dijaga.

Penulis: Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini