Jakarta – Suara Ekonomi

Berdasarkan studi Most Littered Nation In The World pada tahun 2016, Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara mengenai minat baca. UNESCO pun melakukan penelitian mengenai minat baca di Indonesia yang hanya mempunya angka 0,001 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa dari seribu penduduk di Indonesia, hanya satu yang mempunyai minat untuk membaca buku.

Hal tersebut tentu telah membuat kita miris mendengarnya. Lantas apa sajakah yang membuat masyarakat enggan untuk membaca buku?  Berikut adalah berbagai alasan yang telah dirangkum oleh Suara Ekonomi mengapa minat baca di Indonesia sangat rendah :

  1. Sifat Malas

Mulai dari lelah, membosankan hingga tidak ada waktu dan berbagai alasan lainnya sering digunakan seseorang untuk tidak membaca buku. Rasa malas akan timbul apabila dari dalam diri kita belum timbul minat untuk membaca. Hal tersebut lah yang perlu diubah.

  1. Sulitnya Konsentrasi Saat Membaca

Ada dua faktor yang dapat mengganggu seseorang ketika sedang membaca. Pertama dari faktor luar seperti suara berisik, tempat membaca yang kurang nyaman, atau kehadiran orang lain. Sementara yang kedua adalah faktor dari diri sindiri. Pikiran bawah sadar manusia sangat berpengaruh pada konsentrasi. Ketika Pikiran bawah sadar tidak mampu dikendalikan, maka tingkat konsentrasi perlahan akan hilang.

  1. Sistem Pembelajaran di Indonesia

Sistem pembelajaran yang di terapkan di Indonesia tidak melatih siswa untuk gemar membaca buku. Para guru hanya menerangkan suatu materi saja yang lalu diikuti oleh tindakan pasif muridnya. Lalu banyaknya tugas yang diberikan oleh guru hanya berbentuk soal-soal dari buku paket saja.

Sistem pendidikan di Indonesia hanya mengarah kepada bagaimana persiapan siswanya menghadapi ujian akhir. Karena sistem pembelajaran yang seperti itu, siswa hanya mau belajar ketika mendekati ujian.  Siswa belajar dengan cara menghafal soal-soal yang biasanya diberikan oleh guru.  Alhasil walaupun siswa tersebut mampu mendapatkan nilai yang bagus, tetapi tidak menjamin siswa tersebut mampu menguasai suatu materi yang diberikan. Akan lebih baik jika guru memberikan suatu tugas yang berbentuk proyek  atau study kasus yang mengharuskan siswa untuk membaca. Dengan adanya tugas tersebut, perlahan akan menumbuhkan minat membaca pada diri siswa.

  1. Sarana dan Prasarana yang Minim

Kurangnya sarana dan prasarana  untuk membaca juga merupakan penyebab rendahnya minat anak untuk membaca. Di lingkungan rumah, orang tua tidak menyediakan buku-buku berkualitas untuk dijadikan bacaan. Lalu anak tersebut juga enggan untuk membeli buku karena harga yang relatif mahal. Di perpustakaan sekolah pun demikian, hanya menyajikan buku-buku yang terkait dengan pelajaran serta buku-buku yang tidak menarik untuk dibaca oleh siswa. Jumlah perpustakaan umum juga terbilang masih sedikit terutama di daerah-daerah terpencil.

  1. Jiwa Sosial yang Tinggi

Orang Indonesia lebih suka untuk berkumpul dan mengobrol dibandingkan untuk membaca. Membaca buku menyebabkan seseorang menjadi individualistis. Membaca buku pada hakikatnya menjadi individual baru karena hanya berinteraksi dengan teks. Di Indonesia  seseorang terikat oleh lingkungan sosialnya. Berbeda dengan di negara maju, anak-anak dibiasakan untuk berpikir mandiri, menyatakan pendapat sendiri, yang pada intinya akan  menjadikan anak tersebut untuk terbiasa untuk peduli terhadap diri sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain.

  1. Warisan Budaya Membaca

Jika seorang anak dibesarkan oleh lingkungan yang gemar membaca, maka kelak anak tersebut akan gemar membaca juga. Lingkungan terdekat inilah yang  sangat berpengaruh pada anak untuk mendekatkan diri dengan bacaan. Maka jika seseorang tidak terbiasa untuk membaca, itu karena kemungkinan besar berasal dari lingkungan yang tidak gemar membaca. Sehingga membaca merupakan suatu hal yang baru bagi dirinya.

Dari sekian alasan yang telah disebutkan diatas, mari kita ubah cara berpikir dan pola perilaku kita untuk gemar dalam membaca. Karena tak hanya dapat dijadikan sebagai hobi, membaca juga dapat menambah wawasan serta ilmu pengertahuan . Dan juga dapat menumbuhkan daya imajinasi kita terhadap suatu peristiwa didalam cerita. Hal kedua yang perlu dicoba untuk memulai membaca yaitu dengan memikirkan hal-hal yang menyenangkan apabila melihat buku. Pilihlah jenis dan judul buku yang sesuai dengan minat kita. Dengan kedua cara tersebut, marilah kita semarakkan gemar membaca buku di Indonesia.

Reporter: Arif Himawan

Editor: Tri Agustina

BAGIKAN
Berita sebelumyaKoran SE – Edisi Juni 2018
Berita berikutnyaTips Mudah Diet Sehat
LPMSE atau Lembaga Pers Mahasiswa Suara Ekonomi merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang lahir sejak 1986 di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pancasila Jakarta. Produk LPMSE : Majalah, Buletin, Koran, Tabloid, Lembar Pemberitahuan, Mading, MyCampus, dan lainnya dan kini Majalah Online di www.suaraekonomi.com