Jakarta – Suara Ekonomi

Melakukan coffee break belakangan ini menjadi tren di belahan dunia dan sudah sebagai hobi bagi banyak kalangan. Terlebih saat ini juga sudah banyak coffee shop yang muncul, sehingga kegiatan tersebut sering dilakukan. Dengan melakukan coffee break di sela-sela aktivitas ternyata memberikan banyak manfaat lho.

Manfaat Coffee Break. ( Sumber: Event Journal )

Jika melihat sejarahnya, coffee break lahir di Stoughton, Washington pada akhir 1800-an. Di negara asalnya, melakukan kegiatan ini bahkan dirayakan setiap tahunnya dengan nama Stoughton Coffee Break Festival. Di negara Jerman sendiri, coffee break diasosiasikan dengan budaya kaffeeklatsch. Yakni melakukan kegiatan bergosip dalam suasana santai sambil menyeruput secangkir kopi. Coffee break kian popular sejak iklan kampanye Pan American Coffee Bureau muncul. Kampanye ini sendiri berupa mendorong orang-orang rehat kerja untuk melakukan minum kopi.

Coffee break seakan sudah menjadi budaya, tradisi dan kebiasaan orang-orang untuk melakukannya ditengah kesibukan aktivitas. Biasanya hal ini dilakukan juga di sela-sela rapat ataupun suatu kegiatan seminar. Sebabnya agar dapat melakukan istirahat singkat untuk menikmati secangkir kopi, teh maupun menyantap makanan ringan. Selain itu, bisa dilakukan juga ketika sedang berjumpa teman atau sebagai penghilang rasa bosan.

Inilah asal-usul Nama “Coffee Break” yang Asli dan Pastinya Kalian Belum tahu. ( Sumber : zonaseru.id )

Jeda coffee break ternyata memberikan manfaat yang bisa dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat yang dirasakan di antaranya membuat pikiran menjadi lebih fokus dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Dengan menikmati secangkir kopi dalam suasana santai dan diiringi sedikit berbincang ria dengan rekan-rekan kantoran. Hal ini akan membuat semangat kembali menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk setelah jeda coffee break.

Disamping pikiran menjadi lebih fokus dirasakan juga manfaat lainnya, yakni menghilangkan stress dan penat. Lalu, dengan meminum kopi menurut penelitian akan meningkatkan dopamin pada otak. Di mana dapat membuat menjernihkan pikiran, mengendalikan emosi dan membuat emosi terjaga. Karena, kafein dapat meningkatkan kinerja dan memori otak. Serta, lebih efisien untuk bekerja karena lebih fokus atau meningkatkan konsentrasi.

Kemudian, tidak kalah pentingnya melakukan jeda coffee break adalah mempererat hubungan dengan rekan kantor. Serta mengenal lebih baik satu sama lain, sehingga pekerjaan team dapat menghasilkan hasil yang berkualitas. Disamping itu, ternyata jeda waktu untuk menenggak segelas kopi juga baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Hal itu karena dapat mengurangi hipertensi, diabetes, liver dan tentunya agar tidak mudah mengantuk. Serta, meningkatkan metabolisme, memberi inspirasi dan ide-ide baru dan cemerlang serta berbagai manfaat lainnya.

Selanjutnya, penelitian ilmiah menjelaskan bahwa kemampuan seseorang bertahan agar tetap fokus adalah 30-60 menit. Karena itu, dengan adanya jeda menikmati segelas kopi sejenak akan membuat pikiran kembali pulih. Dalam penelitian lain dijelaskan waktu seseorang pada posisi sangat lemah secara fisik pukul14.00-16.00. Lalu, tubuh dan pikiran perlu di refresh kembali dengan jeda coffee break. Minimal mengambil waktu 10 hingga 20 menit untuk melakukan coffee break.

Manfaat yang Dirasakan Ketika Melakukan Coffee Break. ( Sumber: After Online )

Seperti pada acara seminar misalnya perlu stamina dan pikiran yang fokus. Karena itu, dengan melakukan coffee break menjadi salah satu solusi untuk melakukan istirahat sejenak. Dalam seminar juga ada waktu untuk saling bertanya. Kemudian, adanya jeda coffee break memberi kesempatan untuk menemukan teman-teman baru. Serta, relasi baru sehingga tidak mustahil akan membuka kesempatan bagus dalam kerja ataupun usaha.

Itulah penjelasan mengenai coffee break dan juga manfaatnya. Mari meluangkan waktu sejenak untuk refresh pikiran dengan melakukan coffee break. Hal tersebut untuk mendapatkan manfaat seperti menjadi lebih fokus. Serta, meningkatkan metabolisme, memberi inspirasi dan ide-ide baru serta cemerlang. Tak lupa selalu ingat batasannya, jangan melakukannya terlalu sering malah tidak baik untuk kesehatan.

Reporter: Elvara Yestin

Editor: Arieza Rizki Sapdayarga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here