Jakarta – Suara Ekonomi

Semenjak pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, banyak perhelatan kejuaraan olahraga internasional maupun nasional mengalami penundaan. Beberapa agenda kegiatan yang sudah terjadwalkan pun harus terancam gagal akibat adanya Covid-19 ini. Seperti halnya dialami oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) merupakan organisasi yang mengatur kegiatan olahraga bulu tangkis di Indonesia. Menurut Sekretaris Jendral PBSI Achmad Budiharto mengatakan, Musyawarah Nasional (Munas) akan digelar pada akhir tahun ini. Munas sendiri merupakan wadah untuk memilih Ketua Umum Periode 2020-2024. “Masih dalam proses, kalau nggak Oktober ya November,” ujarnya yang dikutip dari laman Tempo.co. Sebelumnya, kepengurusan PBSI periode 2016-2020 di pimpin oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam), yaitu Wiranto yang akan berakhir pada bulan Oktober nanti.

Adanya ketidakpastian ini, dikarenakan semua terfokus kepada penundaan penyelenggaraan agenda besar yang disebabkan adanya Covid-19. Agenda terpenting di PBSI sendiri terlewatkan, padahal masa jabatan kepengurusan Wiranto hanya tinggal menghitung bulan saja. Beberapa agenda yang harus gagal akibat adanya Covid-19, seperti Indonesia Open hingga Olimpiade 2020 di Jepang. Hingga kini, media sosial dan berita pun tidak mendengar adanya isu seputar pergantian ketua umum atau kepengurusan PBSI. Biasanya, pertengahan tahun sebelum diadakannya Munas nama–nama kandidat bakal calon ketua umum sudah bermunculan.

Dalam pemilihan calon ketua umum bulu tangkis tidak lah mudah, dibandingkan dengan cabang-cabang olahraga lainnya. Sebab, cabang olahraga bulu tangkis lah yang selalu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Sampai saat ini, Indonesia paling tidak telah mencetak 23 gelar kejuaraan di dunia, 48 titel All England dan masih banyak lainnya. Wajar saja jika bermunculan sejumlah prasyarat yang sangat berat untuk mencari figure bakal ketua umum PP PBSI 2020-2024. Karena, taruhannya sangat besar dalam prestasi Indonesia di panggung Internasional.

Kandidat Terkuat Bakal Calon Pimpinan Pengurus PBSI 2020-2024.(Sumber : Tempo.co)

Pada bursa calon ketua umum periode 2020-2024 baru muncul satu nama kandidat, yaitu Moeldoko. Sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia, resmi mengusung Moeldoko untuk maju sebagai calon ketua PP PBSI 2020-2024. “Kami ingin bulu tangkis Indonesia kembali berjaya dan berprestasi di dunia. Karena itu, para mantan pemain yang berkumpul saat ini bersepakat meminta Pak Moeldoko maju sebagai ketua PP PBSI di periode yang akan datang,” kata Rudy Hartono yang dikutip dari laman JawaPos.com. Selain itu, pengurus PBSI provinsi pun menyatakan secara terbuka juga ikut mendukungnya. Pengurus PBSI tingkat provinsi yang terbuka dalam mendukung Moeldoko adalah Pengprov Jawa Timur, Pengprov Jawa Tengah dan Pengprov DIY Yogyakarta.

Berdasarkan aturan AD/ART PBSI, setidaknya calon ketua umum harus mengantongi minimal 10 surat dukungan dari Pengurus Provinsi (Pengprov). Saat ini, PBSI mempunyai 34 pengprov yang memiliki hak suara saat pemilihan ketum di Munas nanti. Calon ketua nantinya akan ditetapkan oleh tim penjaringan atau seleksi. “Tim penjaringan belum dibikin, biasanya dibentuk 1-2 bulan sebelum Munas,” ujar Budiharto yang dikutip dari laman Tempo.co.

 Nama Erick Thohir Muncul Sebagai Kandidat Calon Ketua PBSI 2020 – 2024.(Sumber : mbsnews.id)

Kemudian, terdapat salah satu persyaratan yang sangat berat, di mana harus mencintai dan mengerti tentang bulu tangkis. Serta, tokoh tersebut harus memiliki kemampuan manajerial yang tangguh. Namun, bukan hanya nama Moeldoko saja yang muncul dalam bursa calon ketum PP PBSI 2020-2024. Tetapi, muncul nama kandidat yang lainnya seperti Erick Thohir (Menteri BUMN), Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Bambang Brodjonegoro (Menristek), Hamid Awaluddin (mantan Menteri Hukum dan HAM) dan bahkan nama Idham Azis (Kapolri) ada dalam kandidat bursa calon ketua PP PBSI 2020-2024.

Reporter : Gilang Pandu

Editor : Jioti Nurhaliza

LEAVE A REPLY