Pada bulan September 2016, Apple telah meliris produk smartphone terbarunya yaitu Iphone 7 dan Iphone 7 plus. Para pengamat pasar memperkirakan Iphone7 telah diliris tepatnya pada tanggal 9 atau 16 September. Kemudian dijual di 29 negara tetapi tidak termasuk di indonesia.

Hebohnya, pemberitaan mengenai produk terbaru Apple ini sampai meramaikan dunia gadget pada pertengahan hingga akhir 2016.  Walaupun kehadiran Iphone 7 belum tersebar di Indonesia, tetapi pecinta produk Apple di Indonesia sudah tidak sabar dengan kemunculan smartphone yang canggih ini.

Salah satu yang menarik dari Iphone 7 adalah fitur wireless charging. Dimana fitur ini akan mempermudah pengisian daya. Iphone 7 juga mempunyai 2 warna terbaru yaitu emas dan tembaga.

Maka dari itu, kemunculan Iphone 7 ini benar-benar membuat heboh seluruh dunia untuk memburunya. Kita lihat saja mulai dari pertama kali Iphone diluncurkan hingga yang terakhir  begitu meledak dipasaran. Bahkan smartphone ini sudah menjadi brand smartphone mewah dan berkelas.

Banyak orang yang ingin meningkatkan gaya hidupnya. Ingin dipandang sebagai orang yang berkelas dengan menggunakan smartphone dari Apple. Contohnya, ketika kita melihat orang menggunakan smartphone dari Apple, kita berasumsi bahwa orang tersebut adalah orang kaya.

Iphone selalu dijual dengan harga yang cukup mahal.  Meskipun  untuk versi rendah. Selisih harga Iphone dengan smartphone android cukup jauh, bahkan hingga berapa kali lipat. Namun dibalik itu semua, biaya bahan baku untuk pembuatan Iphone ternyata tidak terlalu besar. Termasuk diantarnya adalah bahan baku untuk pembuatan Iphone 7 terbaru ini.

Menurut hasil temuan yang dilakukan oleh IHS markit, Apple hanya butuh uang sebesar 220 USD atau setara 2,8 juta rupiah untuk membuat Iphone 7 versi 32GB. Mereka mengeluarkan pembonngkaran dan memperkirakan harga dari masing-masing komponen yang dipakai pada iphone 7.

 Dari berbagai komponen Iphone 7, bagian layar merupakan komponen yang paling mahal. Harga layar sentuh pada Iphone 7 mengharuskan Apple untuk mengeluarkan dana tak kurang dari 43USD.

Selanjutnya diikuti oleh modem intel dan chip baseband lainnya yang mempunyai harga sebesar 33,90USD. Baru berada ditempat ketiga adalah chip propesor A10 fushion yang kemungkinan dipatok seharga 26,90USD.

Selain itu perlu juga diperhatikan, bahwa uang sebesar 2,8 juta rupiah ini merupakan biaya untuk bahan baku saja. Belum termasuk biaya yang dibutuhkan untuk R&D, marketing, desain dan lain-lain.

Oleh : Erlia Opista dan Fitri Rahmadhani

BAGIKAN
Berita sebelumyaMitos dan Fakta Seputar Susu
Berita berikutnyaMakna Sumpah Pemuda Yang Hilang
LPMSE atau Lembaga Pers Mahasiswa Suara Ekonomi merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang lahir sejak 1986 di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Pancasila Jakarta. Produk LPMSE : Majalah, Buletin, Koran, Tabloid, Lembar Pemberitahuan, Mading, MyCampus, dan lainnya dan kini Majalah Online di www.suaraekonomi.com