Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini cukup untuk 20 hari ke depan. Stok tersebut masih mencukupi kebutuhan dalam negeri meski konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran tengah memanas.
Namun, situasi global diperkirakan masih berlanjut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan militernya siap berperang hingga beberapa pekan ke depan, “Sejak awal, kami memperkirakan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu,” ujarnya dikutip dari kompas.com.
Pengamat Energi dan Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai jika perang berlangsung lebih lama, Indonesia berpotensi membeli minyak dengan harga yang lebih mahal, “Kalau perang lebih lama, ya Indonesia terpaksa beli dengan harga yang lebih mahal. Bisa 100.000 dollar AS per barrel,” ujarnya dikutip dari kompas.com.
Penutupan jalur perdagangan pada selat Hormuz, Iran menjadi salah satu kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak tersebut menyentuh hingga 6,3 persen. Harga minyak mentah Brent pada 2 Maret 2026 naik 4,87 dollar AS atau 6,7 persen menjadi 77,74 dolar AS per barel. Sementara WTI naik 4,21 dollar AS atau 6,3 persen menjadi 71,23 dollar AS per barel.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memastikan ketersediaan energi selama Ramadan dalam pemantauan Satuan Tugas Ramadhan dan Idulfitri (Satgas RAFI), “Untuk ketersediaan energi selama Ramadhan dan nantinya bakan ada Satgas RAFI yang dilaksanakan, maka fokus kelancaran arus mudik dan arus balik terpantau siap diamankan,” jelasnya dikutip dari kompas.com.

(Sumber: antaranews.com)
Menanggapi kondisi tersebut, Bahlil menyampaikan pemerintah akan meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM dari 25–26 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan, “Faktanya, ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25–26 hari, nggak lebih dari itu,” ucap Bahlil dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM dikutip dari antaranews.com.
Pemerintah kini mulai menargetkan pembangunan storage dimulai pada 2026 di Sumatra, dengan kapasitas hingga 90 hari agar selaras dengan standar internasional. Pembangunan storage ini juga diharapkan dapat memenuhi dan menutupi kekurangan stok minyak bila terjadi di Indonesia.
Bahlil juga memastikan bahwa stok minyak mentah, BBM, dan LPG saat ini berada di atas standar minimum ketahanan nasional, “Jadi, menyangkut dengan persiapan hari raya Idulfitri, bulan puasa, alhamdulillah saya menyampaikan bahwa stok BBM, crude, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional,” ucap Bahlil dikutip dari metrotvnews.com.
Penulis: Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi














































