Jakarta – Suara Ekonomi

ABB FIA Formula E Word Championship atau Formula E merupakan ajang balap mobil listrik yang menggunakan kursi tunggal. Formula E pertama kali diadakan pada tahun 2011 yang diprakarsai oleh presiden FIA Jean Todt dan Alejandro Agag. Pada tahun 2022 Indonesia yang bertempat di DKI Jakarta berkesempatan menjadi tuan rumah perhelatan balap mobil tersebut.

Formula E Bakal Digelar Juni 2022. ( Sumber: Suara.com )

Pada Jumat (15/10) keputusan ini ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris. Penetapan tersebut sekaligus meratifikasi kalender balapan musim kedelapan tahun 2021/2022. Formula E ini akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2022. Adapun tujuan penetapan Indonesia sebagai tuan rumah, yaitu sebagai ajang promosi Tanah Air kepada lingkungan internasional. Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan manfaat ekonomis dari diadakannya gelaran Formula E.

Seiring dengan persiapan Pemprov DKI jelang perhelatan balap mobil listrik tersebut. Langkah saat ini adalah menunggu perwakilan pihak Formula E untuk melakukan cek lapangan. Sekaligus menentukan lokasi yang akan dipilih untuk dijadikan arena balap. “Tinggal nanti menunggu perwakilan Formula E yang akan datang ke Jakarta untuk memastikan, membahas masalah teknis lokasi yang akan digunakan,” ujar Ahmad Riza Patria selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dikutip dari laman merdeka.com.

Partisipasi Indonesia dalam Event ini diapresiasi oleh Co-Founder Formula E Alberto Longo. Selain itu, Presiden Jokowi mendapat apresiasi karena upayanya dalam mengurangi ketergantungan Indonesia dengan energi konvensional. Kemudian, mengalihkannya kepada energi ramah lingkungan. “Apalagi dalam merealisasikan filosofi tersebut dan untuk mengambil manfaat dari tren mobil listrik dunia. Presiden Joko Widodo berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik dan baterai mobil,” ujar Alberto Longo selaku Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E yang dikutip dari laman Kompas.com.

Resmi, DKI Jakarta jadi Tuan Rumah Formula E 2022. ( Sumber: wowkeren.com )

Tak hanya itu, Gubernur Anies Baswedan pun mendapat ucapan selamat. Dikarenakan telah mengaitkan Event ini dengan program yang sudah dibuatnya. Program tersebut, yakni Jakarta Biru yang ditujukan untuk mewujudkan udara bersih. Adanya penyelenggaraan Event Formula E di DKI Jakarta menuai banyak pro dan kontra. Hal tersebut dipicu oleh kondisi pandemi Covid-19 yang belum menemui titik ujung.

Meskipun level PPKM terus menurun, namun belum menjadi acuan akan berakhirnya pandemi. Bahkan anggota DPRD DKI Jakarta mengajukan hak interpelasi. Maksudnya, meminta keterangan atas kebijakan pemerintah yang berdampak luas untuk kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bukan hanya DPRD saja, bahkan partai lainnya mendukung usulan adanya pengajuan hak interpelasi tersebut. Tetapi, sebelumnya terdapat konsolidasi dengan pihak lainnya terkait dengan akan diajukannya hak interpelasi tersebut.  Di mana, untuk mengajukan hak interpelasi diperlukan sekitar 54 suara anggota agar bisa terlaksana.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ima Mahdiah selaku wakil ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta. Lalu, warga DKI Jakarta juga diikutsertakan untuk mendorong anggota Legislatif dalam upaya penggunaan hak interpelasinya. Akan tetapi, wakil gubernur DKI Jakarta menanggapi dari pihaknya siap untuk berdiskusi mengenai perhelatan tersebut. Hal ini dilakukan agar para anggota tidak menggunakan hak interpelasinya.

Pro-Kontra Indonesia Menjadi Tuan Rumah Formula E. ( Sumber: IDX Channel )

Pasalnya, selama ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu terbuka serta siap jika memang diperlukannya musyawarah. Beliau juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Event Formula E juga sudah disesuaikan dengan jadwal yang ada. Serta Event penyelenggaraannya dianggap sama seperti ajang perlombaaan Internasional lainnya. Karena pelaksanaan Event Formula E tersebut dapat memberikan dampak yang menguntungkan. Walaupun begitu perlombaan ini akan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai persyaratan utama.

Kemudian, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta menolak menanggapi perihal adanya pengajuan hak interpelasi dari anggota DPRD. Beliau menganggap bahwa masalah pengajuan hal itu diserahkan dan diselesaikan oleh internal DPRD. Selain itu, ketua DPRD DKI Jakarta juga angkat bicara mengenai permasalahan ini. Beliau berpendapat bahwasannya penyelenggaraan Event Formula E tidak perlu dilaksanakan pada saat Pandemi. Karena masih ada kemungkinan adanya lonjakan kenaikan kasus Covid-19.

Reporter: Kintan Gusti Pratiwi

Editor: Arieza Rizki Sapdayarga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here