PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan kenaikan harga tiga jenis bahan bakar minyak nonsubsidi mulai Sabtu, 18 April 2026. Produk yang terdampak adalah Pertamax Turbo (RON 98), Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara Pertamax, Pertamax Green, Pertalite, dan Biosolar tidak mengalami perubahan.
Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.400 per liter, naik Rp6.300 dari harga sebelumnya Rp13.100 per liter. Dexlite melonjak Rp9.400 menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200, sementara Pertamina Dex turut naik Rp9.400 menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500 per liter. Harga tersebut berlaku untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, dengan besaran berbeda di sejumlah provinsi lain bergantung pada pajak daerah dan ongkos logistik.
Kebijakan ini muncul di saat yang menarik perhatian, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru tercatat turun 9,47 dolar AS atau sekitar 10,29 persen menjadi 84,95 dolar AS per barel, menyusul dibukanya kembali Selat Hormuz oleh Iran.
Merespons situasi itu, Pertamina memberikan penjelasan resmi, “Penyesuaian harga sesuai dengan Permen dan sudah dikordinasikan dilaporkan dan dilakukan pembahasan dengan pemangku kepentingan terkait,” ujar Robert Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, memastikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 sengaja tidak dinaikkan guna menjaga daya beli masyarakat, mengingat kedua produk itu cukup banyak digunakan kalangan umum.
Di sisi regulasi, dasar kebijakan penyesuaian ini adalah Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang mengatur bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti harga pasar global termasuk pergerakan harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kementerian ESDM juga angkat bicara. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut kenaikan ini sejalan dengan dinamika global, terutama konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, seraya menegaskan sejumlah negara tetangga bahkan telah lebih dulu menaikkan harga BBM dengan besaran lebih tinggi.
Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar Subsidi, tidak ikut naik, sebagai upaya menjaga daya beli dan melindungi kelompok rentan. Masyarakat dapat memantau rincian harga terbaru di seluruh wilayah melalui laman resmi mypertamina.id.
Penulis: Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi










































