Dampak Perang Dagang Amerika Serikat-China Terhadap Indonesia

0
312

Jakarta – Suara Ekonomi

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Presiden AS, Donald Trump akan menaikkan bea impor kepada China menjadi 25% dari yang semula 10% untuk berbagai produk. Akibat hal ini, banyak sektor impor China yang terkena imbasnya. Dampak dari kebijakan ini juga meluas ke perekonomian global terutama Indonesia.

Modem internet, router, dan perangkat transmisi data merupakan salah satu produk yang terkena pengaruh dari kenaikan tersebut. Selain itu, mebel, produk pencahayaan, suku cadang mobil, penyedot debu, dan bahan bangunan juga mengalami kenaikan harga. Hal itu terjadi karena China menarik komitmen pada beberapa poin kesepakatan yang pernah dibuat.

Indonesia yang sering melakukan kerjasama ke dua negara tersebut cukup merasakan dampak yang signifikan. Salah satunya aktivitas ekspor impor bahan baku yang mengalami penurunan. Indonesia yang biasanya selalu mengimpor gula dari China sekarang beralih mengimpor dari Thailand karena jauh lebih murah.

Jika perekonomian China menurun, otomatis ekspor Indonesia ke Negeri Tirai Bambu tersebut juga menurun. Apabila China melancarkan pembalasan kebijakan pada AS, pengaruhnya besar terhadap perekonomian dunia. Karena kedua negara tersebut memegang perekonomian dunia saat ini.

Dalam industri ekspor, AS merupakan mitra dagang yang penting bagi Indonesia. Jumlah ekspor Indonesia ke AS menempati peringkat kedua dari total ekspor Indonesia. Share ekspor ke Negeri Paman Sam tersebut dari tahun ke tahun selalu menempati lima besar. Yakni 4 persen (2014), 10,9 persen (2015), 11,3 persen (2016), dan 10,6 persen (2017) berdasarkan data dari Trade Map dan CEIC.

Selain itu, jumlah ekspor Indonesia ke China pun tidak kalah besar. Pada tahun 2014 sebesar 10 persen dari total ekspor, kemudian 10,1 persen di tahun 2015, 11,2 persen (2016), 13,2 persen (2017).

Reporter: Senchia Excarani

Editor: Anita Permata S

LEAVE A REPLY